You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
24 Kilogram Sayuran Berhasil Dipanen di Docking Pulau Tidung
photo Anita Karyati - Beritajakarta.id

24 Kilogram Sayuran Dipanen di Docking Pulau Tidung

Sayuran seberat 24 kilogram berhasil dipanen dari lahan  seluas 2x6 meter persegi di Dokcing Pulau Tidung, Senin (4/9).

Hasil panen sayuran kita bagikan kepada warga

Kasie Ketahanan Pangan Sudin KPKP Kepulauan Seribu , Parsan mengatakan, sayur yang dipanen ini terdiri dari sembilan kilogram Bayam dan 15 kilogram Kangkung.

"Hasil panen sayuran hari ini kita bagikan kepada warga,"  kata Parsan.

Pokdakan Pulau Panggang Panen 117 Kilogram Ikan Kerapu dan Bawal Bintang

Parsan menjelaskan, petugas docking menanam sayuran di lahan docking ini secara konvensional dan hidroponik. Sayuran yang ditanam antara lain, Kangkung, Pokcoy, Cabai, Tomat, Terung, dan sebagainya.

"Kita rutin lalukan panen setiap bulannya, namun untuk hasil bagus atau tidak tergantung dengan kondisi cuaca di pulau yang tidak menentu. Urban farming di sini sudah menjadi kegiatan sehari-hari petugas," ungkap Parsan.

Miftah (37) warga RW 03 Pulau Tidung, mengaku senang dan terima kasih kepada Sudin KPKP yang peduli ketahanan pangan di Pulau Tidung. Melalui kegiatan urban farming ini, membuktikan warga pulau tidak selalu makan olahan ikan, tetapi bisa merasakan olahan sayuran.

"Alhamdulilah, dibagikan secara gratis, tentunya ini sangat membantu untuk asupan gizi keluarga saya," pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1177 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1153 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye931 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye919 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye840 personBudhi Firmansyah Surapati